Jumat, 22 Mei 2026

REKAYASA SISTEM INFORMASI PENYEWAAN BAJU KEBAYA MENGGUNAKAN XTREME PROGRAMMINGDENGAN UNFIFIED MODELLING LANGUAGE

Perkembangan teknologi komputer telah memberikan pengaruh yang besar terhadap kebutuhan akses informasi yang akurat di berbagai bidang, seperti pendidikan, pemerintahan, perusahaan, dan sektor bisnis lainnya. Indonesia sebagai negara berkembang terus berupaya meningkatkan perekonomian berbasis sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat modern yang menuntut kemudahan dalam berbagai aktivitas, khususnya dalam bidang pelayanan jasa. Masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan, cenderung lebih kritis dalam menilai kualitas layanan yang diberikan oleh penyedia jasa.

Salah satu usaha di bidang jasa yang bergerak dalam industri fesyen adalah Dinar Salon yang menyediakan layanan penyewaan kebaya dan gaun pernikahan untuk berbagai acara tertentu. Sebelum adanya pengembangan sistem, proses penyewaan masih dilakukan secara konvensional, yaitu pelanggan harus datang langsung ke lokasi untuk melakukan pemesanan atau penyewaan kebaya. Promosi usaha juga hanya dilakukan melalui akun media sosial pribadi pemilik usaha, seperti Instagram dan Facebook. Namun metode promosi tersebut dinilai kurang efektif karena tampilan promosi yang masih sederhana sehingga belum mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu sistem informasi berbasis website yang dapat membantu pelanggan memperoleh informasi mengenai penyewaan kebaya secara lebih mudah. Oleh karena itu, penelitian ini merancang sistem penyewaan baju kebaya pada Dinar Salon dengan pendekatan Object Oriented Approach (OOA) menggunakan metode Extreme Programming (XP). Sistem ini diharapkan dapat mempermudah proses transaksi serta meningkatkan efisiensi kegiatan penyewaan kebaya di Dinar Salon.

Sistem informasi dipahami sebagai kumpulan subsistem yang saling terhubung dan berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Dalam konteks ini, website digunakan sebagai media informasi yang dapat diakses melalui jaringan internet. Website memungkinkan pengguna memperoleh informasi secara cepat dan praktis melalui halaman-halaman yang saling terhubung dalam suatu domain tertentu.

Metode Extreme Programming merupakan salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang menggunakan konsep berorientasi objek dengan proses pengembangan yang lebih sederhana, fleksibel, dan adaptif. Metode ini dipilih karena mampu menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi dalam waktu yang relatif singkat melalui komunikasi intensif, iterasi berkelanjutan, dan umpan balik yang cepat. Dalam penelitian ini, proses pengembangan perangkat lunak dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan rancangan sistem secara terstruktur.

UML digunakan untuk menggambarkan alur proses, interaksi antarkomponen, serta struktur sistem yang akan dikembangkan. Penggunaan UML dinilai efektif karena mampu membantu proses dokumentasi dan visualisasi sistem perangkat lunak berbasis objek. Selain itu, pengembangan perangkat lunak juga mengacu pada konsep Software Development Life Cycle (SDLC) yang mencakup tahapan perencanaan, analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan sistem.

Penelitian ini menggunakan metode Extreme Programming yang terdiri atas empat tahapan utama, yaitu perencanaan , desain , pengkodean , dan pengujian . Pada tahap perencanaan ( planning ), dilakukan pembatasan kebutuhan fungsional dan sistem nonfungsional. Kebutuhan fungsional mencakup kemampuan sistem dalam mencatat data penyewaan, menampilkan daftar kebaya yang tersedia, menyajikan riwayat penyewaan, serta menyediakan formulir pendaftaran kepada pelanggan. Sementara itu, kebutuhan nonfungsional meliputi aspek kemudahan penggunaan, sistem keamanan, kemampuan akses melalui berbagai perangkat, dan kecepatan sistem respon.

Pada tahap ini juga dilakukan pemodelan proses bisnis menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN). BPMN digunakan untuk menggambarkan alur proses bisnis yang berlangsung di Dinar Salon sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan. Selain itu, analisis juga dilakukan UML menggunakan use case diagram , Activity diagram , Class diagram , dan sequence diagram . Use case diagram digunakan untuk menggambarkan interaksi antara penjual dan pelanggan dalam sistem penyewaan kebaya. Selanjutnya diagram kelas dirancang untuk menunjukkan hubungan antarkelas dalam sistem, sedangkan diagram sequence digunakan untuk menggambarkan proses interaksi dalam konsep Model View Controller (MVC).

Tahap desain ( design ) bagian menjadi dua bagian, yaitu perancangan data dasar dan desain antarmuka pengguna (User Interface /User Experience ). Basis data dirancang melalui pembuatan tabel pengguna, tabel data penyewaan, dan tabel pengelolaan kebaya. Pada sisi antarmuka, sistem dirancang agar mudah digunakan dan memberikan pengalaman pengguna yang baik. Tampilan sistem meliputi halaman login, beranda, dan fitur keanggotaan pelanggan.

Secara keseluruhan, sistem informasi penyewaan kebaya yang dirancang dalam penelitian ini diharapkan mampu menjadi media informasi yang mendukung perkembangan teknologi dan digitalisasi usaha. Perancangan sistem menggunakan pendekatan OOA memberikan alternatif penyelesaian terhadap permasalahan penyewaan kebaya di Dinar Salon. Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai persediaan kebaya secara lebih mudah dan cepat. Selain itu, penerapan sistem berbasis komputer juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, menghemat waktu dan biaya, serta menjadi solusi dalam pengelolaan data penyewaan kebaya secara lebih terstruktur.

 

Sumber: https://jurnal.uts.ac.id/JINTEKS/article/view/4118/1989

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar