Jumat, 22 Mei 2026

PERANCANGAN DESAIN UI/UX WEBSITE JASA SEWA KEBAYA

Perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan website dalam berbagai bidang usaha. Berdasarkan laporan Indonesia Websites Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Exabytes Indonesia, terjadi peningkatan jumlah situs web terdaftar sebesar 61,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak usaha konvensional mulai beralih ke platform digital guna meningkatkan aksesibilitas dan jangkauan layanan kepada konsumen.

Salah satu sektor yang juga mengalami perkembangan digital adalah industri fesyen, khususnya penyewaan layanan kebaya. Kehadiran platform Daring memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan proses penyewaan sekaligus menyediakan berbagai pilihan kebaya sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna. Meskipun demikian, penyedia jasa masih menghadapi beberapa kendala, seperti pengelolaan stok, kendala teknis pada platform, serta keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dialami penyedia jasa penyewaan kebaya dalam mengadopsi platform bold, sekaligus merancang solusi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan. Fokus utama penelitian diarahkan pada pengembangan desain User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang mudah digunakan dan pencahayaan agar mampu meningkatkan kepuasan pengguna serta memperluas jangkauan pasar.

Urgensi penelitian terletak pada pentingnya inovasi dalam bisnis penyewaan kebaya agar tetap mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu penyedia jasa memberikan pelayanan yang lebih optimal dan efisien, sehingga mampu meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang desain UI/UX.

Dalam kajian teoritis, penelitian ini mengacu pada berbagai konsep terkait UI, UX, wireframe, prototype, Figma, dan website. UI dipahami sebagai tata letak visual yang mencakup tombol, teks, gambar, warna, tipografi, dan berbagai elemen interaktif lainnya yang digunakan pengguna ketika mengakses situs web. Sementara itu, UX fokus pada pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan produk digital agar tercipta sistem yang bermanfaat, mudah digunakan, dan menarik.

Wireframe digunakan sebagai kerangka awal dalam proses perancangan desain. Wireframe terdiri atas low-fidelity yang menampilkan struktur dasar tata letak, serta high-fidelity yang telah mencakup detail visual seperti warna dan skala desain. Selanjutnya, prototipe dikembangkan sebagai model awal sistem untuk menggambarkan tampilan dan fungsi produk sebelum diterapkan secara nyata.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung dengan pengelola jasa sewa kebaya Biaralav. Data hasil wawancara digunakan sebagai dasar dalam merancang desain website UI/UX yang sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan target pasar. Proses perancangan terfokus pada penciptaan pengalaman pengguna yang nyaman melalui navigasi yang mudah, sistem pemesanan yang wawasan, serta penyajian informasi produk yang lengkap dan jelas.

Dayum merupakan layanan penyewaan kebaya yang dapat diakses secara fleksibel dan digunakan untuk berbagai acara, seperti wisuda dan pernikahan. Usaha ini didirikan pada tahun 2023 dalam program Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka Universitas Brawijaya. Pada tahap awal, Dayum hanya memiliki dua koleksi kebaya modern jenis kutubaru. Untuk memperluas variasi produk, Dayum kemudian bekerja sama dengan UMKM lokal bernama Biaralav yang telah bergerak di bidang penyewaan kebaya sejak tahun 2019.

Berdasarkan analisis 5W1H, ditemukan bahwa Biaralav mengalami kendala dalam pengelolaan konsumen dan tampilan katalog yang kurang menarik. Meskipun permintaan penyewaan terus meningkat, belum tersedianya situs web yang mendukung penyewaan menjadi hambatan dalam pengembangan usaha. Target pasar utama usaha ini adalah perempuan, khususnya mahasiswi yang akan menjalankan wisuda.

Perancangan website UI/UX dilakukan dengan memperhatikan strategi visual yang mendukung identitas merek. Logo dirancang menggunakan dominasi warna emas dan hitam untuk memberikan kesan elegan dan mewah. Sementara itu, desain website menggunakan kombinasi warna krem, beige, dan peach guna menciptakan nuansa hangat, feminin, dan modern. Dalam aspek tipografi, digunakan font Josefin Sans sebagai font utama untuk menampilkan kesan elegan, serta Roboto sebagai font pendukung agar informasi lebih mudah dibaca.

Metode design thought digunakan dalam proses perancangan website UI/UX. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan pengguna sebagai fokus utama melalui beberapa tahapan, yaitu empati, definisi masalah, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian. Tahapan tersebut bertujuan menghasilkan solusi desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Untuk memahami perilaku pengguna, peneliti melakukan wawancara terhadap lima responden perempuan berusia 18–22 tahun yang merupakan target pasar utama. Wawancara membahas pengalaman berbelanja secara berani, fitur yang diharapkan pada platform online, serta alasan penggunaan kebaya pada acara wisuda. Data tersebut digunakan untuk memahami preferensi dan kebutuhan pengguna secara lebih mendalam.

Pada tahap desain, peneliti menggunakan desain high-fidelity untuk menggambarkan tata letak, fungsi, dan struktur situs web secara rinci. Setelah wireframe selesai disusun, dilakukan pengembangan prototipe dengan menambahkan elemen visual, seperti ikon, gambar, warna, tipografi, dan navigasi interaktif. Prototipe tersebut dirancang agar mampu memberikan pengalaman penggunaan yang realistis.

Halaman website utama menampilkan berbagai informasi penting, termasuk promosi penyewaan kebaya. Sementara itu, halaman produk menyediakan kategori kebaya, seperti kutubaru, hijab, dan premium, sehingga memudahkan pengguna dalam mencari produk sesuai kebutuhan. Pengelompokan kategori ini membantu pengguna mengeksplorasi koleksi dengan lebih efisien.

Evaluasi desain dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian menunjukkan skor rata-rata sebesar 97 yang termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai A. Skor tersebut menunjukkan bahwa pengguna merasa sangat puas terhadap desain UI/UX website layanan penyewaan kebaya.

Secara keseluruhan, perancangan website UI/UX jasa penyewaan kebaya ini berhasil menciptakan sistem yang lebih mudah digunakan, informatif, dan menarik bagi pengguna. Navigasi yang sederhana, tampilan visual yang baik, serta fitur pemesanan yang jelas diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengguna dalam melakukan penyewaan kebaya secara berani. Selain itu, pengembangan lebih lanjut disarankan dengan menambahkan fitur ulasan pengguna, integrasi media sosial, dan sistem rekomendasi personal agar website tetap relevan dengan kebutuhan pengguna di masa mendatang.

 

Sumber: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/desgrafia/article/view/62723/50329

Tidak ada komentar:

Posting Komentar